IMPALA UB

Rekreasi - Sosial - Olah Raga dan Ilmiah
web track
Bravo! Tweets @impala_ub
Orange Gallery
www.flickr.com

Impala Ajak Berhemat Gunakan Kertas

Sambil bersepeda, kemarin, anggotanya membagikan 350 bibit pohon dan blocknote kepada pengguna jalan di persimpangan Jalan Basuki Rachmad dan Alun-alun Merdeka Kota Malang. Menurut juru bicara Impala UB Rauzan Fikri, blocknote yang dibagikan merupakan hasil daur ulang kertas bekas perkantoran dan sekolah. Dia berharap, blocknote dari kertas daur ulang ini mengingatkan masyarakat akan pentingnya menghemat penggunaan kertas. Dia mengingatkan, pemborosan penggunaan kertas juga berimbas pada air.

Setiap satu ton kertas membutuhkan tiga ton kayu. Padahal, untuk memproduksi tiga lembar kertas saja, dibutuhkan sebanyak satu liter air. Produksi kertas bisa membuat resapan air dan paruparu bumi untuk memproduksi oksigen akan hilang. Hilangnya hutan juga memengaruhi iklim dan cuaca. Kepala Stasiun Klimatologi Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Karangploso AamatS ubekti mengatakan, berkurangnya hutan menjadi salah satu pemicu sering munculnya angin puting beliung. Sinar matahari ke bumi kembali terpantulkan ke udara karena hilangnya pohon dan hutan. 

“Pemantulan sinar matahari ini mengakibatkan pemanasan udara secara lokal sehingga memicu tekanan udara rendah. Perbedaan tekanan udara secara ekstrem di satu wilayah inilah yang bisa menciptakan angin puting beliung,” terangnya. (yuswantoro )

foto: makarim

Impala UB Bagi Bibit Pohon Kepada Pengguna Jalan di Kota Malang

Sekitar 75 orang dari Ikatan Mahasiswa Pecinta Alam (Impala) Universitas Brawijaya (UB) membagi-bagikan benih pohon di alun-alun Kota Malang.

Para mahasiswa ini datang dengan mengendarai sepeda angin, Senin (22/4/2013) pukul 10.00 WIB. 

Dengan mengenakan kaus warna hijau, mereka membagi-bagikan bibit pohon kepada pengguna jalan. Antara lain pohon mahoni, cemara, nangka dan rambutan.

Menurut humas aksi, Rauzan Fikri, ada sekitar 350 pohon yang dibagikan. Aksi ini sebagai bagian dari peringatan Hari Bumi yang jatuh pada hari ini.

"Kami ingin mengajak masyarakat untuk berperan menghijaukan bumi Arema. Kita harus peduli dengan bumi kita," ujarnya.

Selain membagikan pohon, aktivis Impala UB juga membagikan block note daur ulang. Buku catatan tersebut dibuat dari kertas-kertas bekas yang dikumpulkan para aktivis.

Impala UB Kampanyekan Daur Ulang Kertas

MALANG — Ikatan Mahasiswa Pecinta Alam (Impala) Universitas Brawijaya (UB) Malang mengampanyekan penggunaan recycle kertas sebagai bentuk keprihatinan penebangan pohon sebagai bahan pembuatan kertas.

Juru Bicara Impala UB Malang Nurul Dwi Hidayani mengatakan penggunaan kertas di bumi dari tahun ke tahun semakin meningkat. Menurut data pada 2009, hutan di dunia hilang 1.732,5 hektare untuk ditebang sebagai bahan baku kertas.

“Sementara pohon merupakan penghasil oksigen (O2)dan penyaring karbon dioksida (CO2) di alam. Penggunaan kertas secara berlebihan akan menyebabkan semakin banyak penebangan hutan di dunia,” kata Nurul kepada Bisnis, Kamis (18/4/2013).

Industri kertas ujar dia membutuhkan 670 juta ton kayu untuk menghasilkan 278 juta ton kertas, selain itu dalam pengolahan kertas juga menghasilkan gas karbon dioksida. Sementara karbon dioksida merupakan salah satu penyebab pemanasan global.

Semakin banyak penggunaan kertas, maka secara tidak langsung akan merpercepat terjadinya pemanasan global. Selain menghasilkan karbon, setiap tiga lembar kertas membutuhkan satu liter air.

“Bisa kita bayangkan berapa banyak air yang akan kita butuhkan untuk menghasilkan kertas dan berapa luas lahan serapan air yang akan hilang akibat penebangan,” jelas dia.

Akibat begitu banyak dampak yang akan terjadi dibumi apabila kertas digunakan secara bijaksana. Terkait dengan itu Impala UB akan menggelar aksi dengan mengumpulkan kertas bekas.

Setelah kertas bekas terkumpul, kertas tersebut akan diolah kembali menjadi blok note. Penggunaan kembali kertas atau recyle merupakan salah satu bentuk aksi nyata yang dilakukan Impala untuk mengurangi penebangan pohon sebagai bahan pembuatan kertas.

“Blok note hasil recyle ini akan dibagikan ke masyarakat umum khususnya di Kota Malang. Nantinya di lembar halaman blok note akan di jelaskan mengenai fakta-fakta tentang kertas. Hal ini bertujuan agar masyarakat umum mengetahui tentang fakta-fakta kertas dan dampak yang akan terjadi apabila kita tidak menggunakan kertas secara bijaksana,” paparnya.

Kegiatan tersebut akan dilakukan bertepatan dengan peringatan Hari Bumi pada 22 April mendatang. Selain itu Impala juga akan mebagikan bibit tanaman kepada masyarakat. Pembagian bibit ini diharapkan dapat membuat masyarakat tergugah untuk menanam pohon di halaman rumahnya masing-masing dan dapat turut serta mencegah terjadinya pemanasan global. Dalam pembagian bibit tanaman dan blok note, Impala menggunakan sepeda pancal dalam pelaksanaannya. Aksi difokuskan sepanjang Jalan Veteran hingga Alun-Alun Kota Malang.

“Tujuan menggunakan sepeda ini merupakan langkah untuk mencegah pemanasan global. Sepeda merupakan kendaraan yang ramah lingkungan, tidak seperti kendaraan bermotor yang menghasilkan gas karbon dioksida  dalam sisa pembakarannya,” imbuh dia. (snd)

foto; makarim

Hari Bumi, Mahasiswa Malang Bagi-bagi Bibit Pohon

MALANG, KOMPAS.com - Puluhan mahasiswa di Malang Raya, Jawa Timur, yang tergabung dalam organisasi pecinta alam menggelar aksi damai, membagikan 350 bibit pohon mahoni dan 350 blocknote hasil produk kertas daur ulang.

Bibit pohon mahoni tersebut dibagi-bagikan ke para pengguna jalan yang melintas di Jalan Veteran dan Alun-alun Kota Malang, pada Senin (22/4/2013).

Menurut juru bicara aksi, Rauzan Fikri, pihaknya sejak lama mengumpulkan kertas-kertas bekas yang berceceran dan dibuang menjadi sampah di banyak kampus di Malang.

"Setelah itu, dibuat lagi menjadi blocknote dan hari ini dibagikan kepada mahasiswa dan masyarakat pengguna jalan," kata Rauzan Fikri, dari Impala Universitas Brawijaya Malang.

Selain menggelar aksi damai, para aktivis lingkungan itu juga menggelar kampanye perilaku ramah lingkungan, dengan mengajak masyarakat dan mahasiswa gemar bersepeda ketika berangkat kuliah atau ke tempat kerja.

"Bumi kita sudah kritis. Siapa lagi kalau bukan kita yang peduli. Karena itu, pemerintah harus terus mengkampanyekan ramah dan peduli lingkungan. Rakyat harus serentak tanam bibit pohon," katanya.

foto: kompas & Humas UB

HARI BUMI - Para aktivis Ikatan Mahasiswa Pecinta Alam (Impala) universitas Brawijaya (UB) memperingati Hari Bumi dengan bersepeda keliling kota sambil membagikan sejumlah bibit pohon dan bloknote kepada pengguna jalan di kawasan Alun-alun Kota Malang, Senin (22/4/2013). Aksi serupa juga digelar Forum Mahasiswa Hukum Peduli Keadilan (Formah PK) UB dengan bersepeda keliling kota. SURYA/NEDI PUTRA AW

Semarak Hari Lingkungan 2013

Pada tahun 2012 lalu, IMPALA UB telah melakukan Kegiatan Studi Kawasan Karst di desa Kedungsalam kecamatan Donomulyo, kabupaten Malang berupa kegiatan penelitian. Para peneliti yang terdiri dari mutidimensi keilmuan sehingga menghasilkan beberapa hasil penelitian diantaranya pendataan potensi sebaran gua, mata air, telaga karst dan ponor serta pemetaan lorong gua mengidentifikasi biota gua, serta penelitian terhadap warga sekitar karst.

Tim Peneliti IMPALA UB di bidang geomorfologi karst telah berhasil memetakan 17 gua dari 33 gua yang ditemukan, 16 sumber mata air dan telaga karst, juga chyroptera (kelelawar) dan antropoda (hewan berbuku-buku).

Maka dengan hasil penelitian yang telah dilakukan oleh IMPALA UB, dibutuhkan sarana bagi para TIM Peneliti Studi Kawasan Karst untuk mensosialisasikan hasil pendataan potensi kawasan karst yang telah dilakukan, terutama bagi masyarakat sekitar, pemerhati karst, LSM, PEMDA, dan juga Menteri ESDM.

Dengan ini, IMPALA UB akan menyambut hari-hari lingkungan yang diisi dengan kegiatan Seminar Nasional, Aksi Nyata dan juga Sosialisasi.

Dion Galuh Agus Kusuma
Ketua Umum, NIM 2011551/IMP

Laki-laki asal kota Batu ini terdaftar di UB dari Fakultas Ilmu Administrasi / Perencanaan Pembangunan angkatan 2010. Bergabung dengan IMPALA UB pada Diklatsar angkatan ke-34 dan langsung menggeluti dunia panjat tebing (rock climbing).

Tugasnya sebagai pimpinan organisasi ini sangat penting, lebih-lebih tahun ini sedang mengusung agenda Ekspedisi Nusantara, perjalanan panjang tentang Gua dan Karst keliling Indonesia… patut didukung penuh!! 

kenalan lebih jauh…

silahkan follow @DionGaluh dan silahkan tanya segala macamnya tentang kegiatan IMPALA UB masa kepengurusannya. Kalo pengen lebih jauh melirik sepak terjangnya, ada banyak dokumentasi aktifitasnya di akun facebooknya..

Blog: punya student blog di UB, tapi sayangnya masih kosong